Dokumenter Sebuah Filosofi Kopi Gayo

Sebuah film bertemakan documenter yang menceritakan tentang perjalanan seorang Rio Dewanto dalam menjelajahi sebuah perkebunan kopi gayo yang berada di provinsi Aceh yang kabarnya pada sebuah masa merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Film yang disutradarai oleh Rahung Nasution ini memperlihatkan tentang kesulitan dalam penjualan kopi gayo. Cerita film ini dimulai dengan pertemuan Rio Dewanto dengan teman lamanya yaitu Selendeng Gembel yang sebetulnya juga merupakan aktivis kopi yang sangat mengerti tentang seluruh tata cara dalam pengelolaan kopi gayo di tanah asal kopi ini di budidayakan. Setelah mendengan cerita tentang betapa sulitnya perjalan sebuah kopi gayo untuk dijual kepada khayalayak umum membuat Rio Dewanto memiliki tujuan tentang perjalanannya untuk mengetahui lebih dalam mengenai kopi gayo ini.

Film yang ditulis oleh Sonny Laksamana Selama berjalannya akan menceritakan tentang awal mula proses kopi gayo hingga bagaimana penyalurannya menuju gerai kopi baik tingkal nasional bahkan internasional. Saat ditengah cerita, Rio bertemu dengan sebuah sosok yang bernama Ikrar, yaitu seorang penerus generasi ketiga dari sebuah usaha kopi gayo yang usahanya tersebut sudah ada sejak zaman colonial belanda yang membuat Rio memahami tentang perjalanan kopi gayo pada zaman sebelum Indonesia merdeka. Lalu Rio bertemu dengan sekelompok orang yaitu Hendra Mau, Malizae, serta Sahrut Iman. Dari mereka, Rio mempelajari tentang perjalanan pengelolaan kopi gayo dari mulai dipetik hingga dipasarkan di Aceh.

Dalam film documenter yang berdurasi hanya 27 menit tersebut, Rio sang karakter utama menyimpulkan bahwa seluruh proses tersebut menciptakan kualitas dan cita rasa khas sebuah kopi gayo yang banyak terkenal diseluruh penjuru dunia. Yang dimulai dari pemilihan bibit unggul, waktu masa panen, hingga setelah panen. Pesan yang dapat disampaikan dalam film ini bukan itu saja.

Di lain sisi, perekonomian petani kopi gayo semakin meningkat berkat perjuangan panjang hingga beberapa generasi lamanya karena yang terpenting bagi peningkatan ekonomi adalah kulialitas dari kopi gayo hasil prosesnya serta keinginan petani untuk bergabung dan membantu satu sama lainnya.

Film yang dirilis pada tanggal 1 januari ini dapat ditonton di bioskop streaming online yaitu bioskoponline. Dengan berbekal 5000 saja dapat menyaksikan sebuah documenter ini secara online serta yang paling penting adalah dapat mengetahui pengetahuan baru mengenai kopi gayo. Film yang di produksi oleh perusahaan produksi film ini yaitu Visinema Konten Indonesia dapat ditonton oleh semua kalangan karena memiliki rating semua umur.

Film documenter ini juga eksklusif diputar di bioskop streaming online bersamaan dengan berbagai judul film lainnya seperti Istirahatlah kata-kata, Tengkorak, Mobil Bekas dan Kisah-kisah Dalam Putaran, Ziarah, Another Trip To The Moon serta berbagai film dari genre lainnya tidak hanya documenter tetapi juga drama, Sci-Fi dan lainnya yang berasal dari berbagai rating umur. Layanan ini juga akan mengadakan sebuah live concert yang berjudul wave of cinema yang diadakan pada 4 tanggal yaitu 18 September sebagai pembukanya yang bertema filosofi kopi, 25 September bertema Nanti kita cerita tentang hari ini, 2 oktober tentang generasi 90an melankota, serta 9 oktober sebagai penutup acaranya tersebut dengan tema surat dari timur. Banyak juga artis dari tanah air yang akan ikut serta tampil dalam acara tersebut seperti Nadin Amizah, Ardhito Pramono, Andien, Cantika Abigail dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *